Nama
: Asep Rizal Muldiansyah
Kelas
: 4IA08
NPM
: 51412202
Pengalam
Pribadi Dalam Menghargai Karya Orang Lain
Semenjak kecil
dikeluarga sampai kita beranjak dibangku sekolah dasar kita selalu diajarkan
oleh guru-guru kita untuk saling menghargai satu sama lain, baik dibidang
akademik maupun diluar akademik, khususnya dari hasil karya teman-teman kita
yang telah mereka buat. Karya merupakan hasil usaha dari ide yang telah
diupayakan dengan penuh kesungguhan, bahkan mereka bisa mengorbankan waktu,
fikiran dan harta mereka demi menciptakan karya terbarunya. Itu sebabnya baik
yang kita lihat dari hasil karya orang lain itu kurang berkenan menurut
pandangan kita, kita harus tetap memberikan penghargaa n baik untuk mereka,
karena sekecil apapun penghargaan baik dari kita untuk karya-karya mereka akan
memberikan dorongan serta motivasi bagi mereka untuk menghasilkan karya-karya
barunya yang lebih baik, dan itu juga akan memicu masyarakat luas
berlomba-lomba untuk mengasilkan karya-karyanya yang bermanfaat bagi mereka
khususnya dan masyarakat luas secara umum. Karena sesuai pepatah yang berbunyi
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang
memberikan kebermanfaatan bagi orang lain”.
Dan pengalaman yang
paling berharga bagi saya dalam menghargai karya orang lain adalah ketika saya
mengambil studi di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo – Jawa Timur.
Dimana saya bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai daerah
baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang satu sama lain memiliki
karakter serta budaya yang berbeda-beda. Disitulah saya dituntut untuk mempelajari
dan memahami masing-masing dari karakter mereka sehingga saya bisa bergaul
serta menjadi teman berbagi.
Waktu yang paling
menantang adalah ketika saya duduk dikelas 6 (Setara dengan kelas 3 SMA).
Dimana ketika di awal-awal duduk dikelas 6 KMI angkatan 2010, kami diberikan
amanah untuk menentukan ketua angkatan, menentukan ketua pagelaran seni akbar
Panggung Gembira, membuat nama angkatan, lambang angkatan, serta membuat konsep
acara puncak Khutbatul ‘Arsy yaitu pagelaran seni akbar Panggung Gembira yang
membutuhkan pengorbanan waktu, ide, tenaga dan dana yang cukup besar sekitar
hampir setengah Milyar demi terselenggaranya acara satu malam yang memberikan
kenangan seumur hidup tersebut yaitu Panggung Gembira 684. Yang pastinya
seluruh siswa kelas 6 KMI 2010 wajib berkontribusi didalamnya. Disitulah kami dituntut
untuk mengerahkan seluruh kemampuan kami untuk membuat karya-karya luar biasa yang
belum pernah diselenggarakan pada acara-acara sebelumnya, yang pastinya setiap
orang memiliki ide yang berbeda-beda namun itulah tantangan yang paling
menyenangkan bagi kami, bagaimana caranya dari berbagai ide-ide yang berbeda
tersebut dapat dikolaborasikan menjadi suatu penampilan yang luar biasa yang
bisa membuat penonton tidak mengantuk apalagi beranjak dari tempat duduknya.
Dan alhasil dari semua upaya yang telah kami kerjakan Panggung Gembira kelas 6 KMI angkatan 2010 diberikan nilai 10
(Sempurna) oleh dewan juri beserta pimpinan Pondok Modern Darussalam
Gontor.




